Dalam rangka peningkatan kompetensi guru dalam pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), SMA Negeri 9 Yogyakarta menyelenggarakan pelatihan pemanfaatan Computer Based Test (CBT) bagi guru. Kegiatan pelatihan CBT ini merupakan bagian dari program sekolah dibawah koordinasi panitia/kegiatan MGMP Sekolah. Peserta pelatihan yang terdiri dari guru SMA Negeri 9 Yogyakarta dan guru yang sedang melaksanakan Pendidikan Profesi Guru (PPG). Jumlah total peserta mencapai 52 guru. Jumlah peserta ini dibagi dalam dua gelombang. Gelombang 1 dilaksanakan pada hari Jumat, 4 Oktober 2019 sedangkan gelombang 2 dilaksanakan pada hari jumat, 11 Oktober 2019.
Drs. Jumadi, M.Si (kepala SMA Negeri 9 Yogyakarta) dalam sambutannya menyampaikan pentingnya penguasaan teknologi informasi dan komunikasi dalam proses pembelajaran. Guru harus mengikuti perkembangan teknologi dengan terus melaksanakan literasi digital. Dengan menguasai teknologi informasi dan komunikasi, guru dapat mencari dan memilih media pembelajaran yang menyenangkan dan kontekstual bagi peserta didik. Lebih lanjut, Bapak Kepala Sekolah menyampaikan pentingnya penilaian berbasis komputer sebagai upaya membiasakan peserta didik dalam menghadapi UNBK. Apabila telah terbiasa mengikuti penilaian berbasis komputer (CBT), diharapkan peserta didik sudah tidak canggung saat mengikuti UNBK. Dimasa depan, diharapkan test di sekolah sudah tidak berbasis kertas lagi (paperless).

Suprihatin, S.Kom., M.Pd selaku pemateri dalam pelatihan ini menyampaikan, terdapat banyak aplikasi yang dapat digunakan untuk melaksanakan penilain berbasis komputer, diantaranya: moodle, rumahbelajar, jogjabelajar, wokaproject, beesmart, dan google classroom. Semua aplikasi memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing. Dalam kesempatan ini, suprihatin memberikan materi pembuatan soal CBT dengan aplikasi CBT beesmart. Terdapat 3 (tiga) jenis account dalam aplikasi beesmart, yaitu: administrator, guru, dan siswa. Account guru memiliki hak akses terhadap aktivitas-aktivitas: membuat bank soal, mengupload file pendukung, analisis hasil penilaian.

Setiap guru secara langsung mempraktikkan bagaimana proses pembuatan soal CBT berbasis beesmart. Adapun ada tidak tahap yang harus dilakukan guru dalam pembuatan soal CBT berbasis beesmart, yaitu: membuat bank soal, menulis soal, dan mengaktifkan test. Setelah itu, setiap guru juga diwajibkan mempraktikkan cara mengaktifkan bank soal. Soal yang sudah aktif oleh Administrator dijadwalkan waktu pelaksanaan ujiannya. Dalam kesempatan ini juga dilakukan simulasi cara menjawab soal. Berkesempatan sebagai mapel yang diujikan dalam simulasi ini adalah mata pelajaran Bahasa Jawa.
Setiap guru login ke dalam sistem dengan menggunakan account siswa untuk menjawab soal-soal mata pelajaran Bahasa Jawa tersebut, hal ini bertujuan supaya guru dapat memahami sistem dari sisi siswa. Semua guru tampak antusias dalam simulasi ini. Diakhir pertemuan, Bapak Suprihatin menampilkan hasil dari pekerjaan guru dalam simulasi, mendownload hasilnya, dan mendownload analisis butir soal.