Jumat, 18 Oktober 2019 SMA Negeri 9 Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan IN 3 / Seminar sebagai akhir dari program Pengimbasan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) kepada 5 sekolah imbas. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari kegiatan-kegiatan sebelumnya yang dimulai dari kegiatan (1) IN 1; (2) ON 1; (3) IN 2; (4) ON 2; dan yang terakhir (5) IN 3/Seminar.
Kegiatan IN 3/Seminar bertujuan untuk melakukan refleksi/evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan IN dan ON yang telah dilaksanakan sebelumnya. Selain itu kegiatan ini bertujuan untk memberikan informasi hasil pengimbasan yang telah dilakukan oleh sekolah model terhadap sekolah imbas. Bertugas sebagai penyaji Bidang Manajemen dari sekolah model adalah Bapak Suprihatin, S.Kom., M.Pd, sedangkan Bidang Akademik diwakili oleh Bapak Drs. Bambang Istiarto, M.Ed.


Selain itu, dari sekolah imbas juga ditampilkan 2 penyaji yang masing-masing bertugas untuk Bidang manajemen dan akandemik. Bidang manajemen diwakili oleh Guru dari SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta. Presentasi yang disajikan meliputi, SOP perangkat pembelajaran dan SOP kehumasan, selain itu dari SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta juga menyajikan penyusunan Dokumen RKS. Dari bidang Akademik, SMA Santa Maria sebagai wakil dari salah satu sekolah imbas menyajikan bagaimana penyusunan RPP terintegrasi HOTS. Selain itu, SMA Santa Maria juga menampilkan beberapa contoh soal Hots.


Dalam kesempatan ini Fasilitator Daerah (FASDA) dari Balai Dikmen Kota Yogyakarta Bapak Drs. Bambang Supriyono, M.M., M.Pd dan Widya Iswara dari LPMP DIY Wara Winartiningsih, S.T., M.Pd terlibat aktif dalam setiap sesi diskusi dan tanya jawab yang dilakukan setiap kali penyaji selesai melakukan presentasi. Berbagai masukan, kritikan cerdas dan solutif disampaikan oleh beliu berdua.
Terakhir, menjelang penutupan Fasda memberikan catatan reflektif, yang meliputi:

  1. Respon dari sekolah imbas sangat baik, walaupun disela kegiatan sekolah yang luar biasa sibuk;
  2. Sekolah terinspirasi program SPMI, bahkan ada sekolah yang membuat kebutusan menghentikan ISO dan beralih ke siklus SPMI;
  3. Kegiatan pendampingan SPMI bukan berarti SMA Negeri 9 Yogyakarta lebih baik dari sekolah imbas, akan tetapi kegiatan pendampingan yang sudah dilakukan juga banyak memberikan manfaat bagi SMAN 9 Yogyakarta.
  4. Selesainya kegiatan IN 3, ujian sesungguhnya baru dimulai, bagaimana sekolah-sekolah mengimplementasikan SPMI secara nyata di sekolah masing-masing.

Ibu Wara selaku perwakilan dari LPMP memberikan penutup berupa ucapan terimakasih kepada Kepala SMAN 9 Yogyakarta, Fasda dan Bapak/Ibu guru dari sekolah imbas. Selian itu, bu Wara juga berharap antara sekolah Model dan sekolah Imbas untuk selalu berkoordinasi dalam upaya peningkatan mutu pendidikan di sekolah masing-masing demi tercapainya mutu pendidikan Nasional yang lebih baik.